Ø Rise of the Tomb
Raider
Developer: Crystal
Dynamics | Penerbit: Square Enix, Microsoft (untuk versi Xbox)
Platform: PC, PS4,
Xbox 360, Xbox One
Tanggal
Rilis: 10
November 2015 (Xbox), 28 Januari 2016 (PC), Akhir 2016 (PS4)
Mohammad
Fahmi – Oke,
ini mungkin terdengar agak jahat, tapi akui saja, berapa banyak sih
pemilik Xbox One yang ada di Indonesia? Saya cukup yakin begitu dirilis untuk
PC dan PS4 nanti, Rise of the Tomb Raider akan kembali populer
layaknya sebuah game baru. Itulah sebabnya Rise of the
Tomb Raider kami putuskan untuk masuk dalam daftar ini.
Rise
of the Tomb Raider adalah
sekuel dari reboot Tomb Raider yang dirilis tahun 2013 lalu.Game ini
mengambil latar waktu setahun setelah pendahulunya dan menceritakan pengalaman
Lara di daerah pegunungan dingin dalam usahanya mencari Kota Kitezh yang
hilang. Elemen gameplay utama di Rise of the Tomb
Raider masih mirip dengan Tomb Raider(2013), namun dengan
berbagai peningkatan dan penyeimbangan gameplay.
Jika
kamu tidak sabar untuk menjajal petualangan baru Lara Croft, langsung saja beli
versi PC yang akan rilis akhir bulan ini. Tapi kalau kamu cukup bersabar,
tunggulah sampai akhir tahun untuk versi PS4. Firasat saya versi tersebut akan
dibundel dengan berbagai DLC yang telah dirilis sebelumnya. Baru firasat ya.
Ø Mirror’s Edge Catalyst
Developer: EA
DICE | Penerbit: Electronic Arts
Platform: PC, PS4,
Xbox One
Tanggal
Rilis: 24
Mei 2016
Iqbal
Kurniawan – Pada
saat Mirror’s Edge dirilis pertama kali tahun 2008
silam, gametersebut mampu memukau para gamer dengan
beragam aksi parkour yang disajikan melalui perspektif orang
pertama. Kini, delapan tahun kemudian, Electronic Arts akan
kembali merilis sekuelnya yang berjudul Mirror’s Edge
Catalyst.
EA
DICE yang mengerjakan Mirror’s Edge orisinal masih berada di
balik pengembangan sekuelnya. Mereka tidak hanya memperindah dunia Mirror’s
Edge yang kental dengan nuansa futuristis untuk console generasi
terkini, namun juga melakukan penyesuaian terhadap gameplay sehingga
lebih seru lagi dibandingkan game pendahulunya.
Mirror’s
Edge Catalyst akan
menghadirkan dunia open-world yang membuat pergerakan karakter
utama, Faith, tidak lagi terbatas oleh level. Aksinya melawan musuh juga akan
berfokus pada pertarungan dengan tangan kosong, karena Faith diceritakan telah
bersumpah untuk tidak lagi
membunuh menggunakan senjata api.
Ø One Piece: Burning Blood
Developer: Spike
Chunsoft | Penerbit: Bandai Namco Entertainment
Platform: PS4, PS Vita,
Xbox One, PC
Tanggal
Rilis: 21
April 2016 (Jepang), 21 Juni 2016 (Amerika dan Eropa)
Audi
Eka Prasetyo – Sebagai
penggemar serial One Piece, sudah pasti saya memasukkan judul ini
ke dalam daftar game yang paling ditunggu tahun 2016.
Dikembangkan oleh Spike Chunsoft, One Piece: Burning Blood adalah game
fighting yang menghadirkan gameplay tiga lawan
tiga, combo yang sangat mudah untuk kamu kuasai, dan tentu
saja gaya bertarung khas ala One Piece.
Dari
segi grafis, One Piece: Burning Blood memiliki kualitas cel-shading yang
apik. Daritrailer dan screenshot yang
sudah beredar, kamu dapat melihat jurus-jurus khas dari setiap tokoh
dan efek visual keren setiap terjadi clash antara dua
karakter.
Hingga
tulisan ini dirilis, Bandai Namco selaku penerbit baru mengonfirmasi
tiga belas karakter yang dapat kamu mainkan. Beberapa di
antaranya adalah tokoh yang tidak kamu temukan di One Piece: Pirate
Warriors 3, yaitu Bartolomeo dan X-Drake.
Saya
masih mengharapkan tokoh-tokoh legenda seperti Shanks, Whitebeard, Blackbeard,
bahkan Dragon dapat menjadi karakter yang dapat dimainkan. Mari berharap semoga
Bandai Namco akan mengumumkan daftar karakter yang sudah final dalam waktu
dekat.
Ø Deus Ex: Mankind Divided
Developer: Eidos
Montreal | Penerbit: Square Enix
Platform: PC, PS4,
Xbox One
Tanggal
Rilis: 23
Agustus 2016
Risky
Maulana – Jensen is
back! Yep, dari beberapa game bernuansa cyberpunk yang
pengumumannya telah saya lihat di tahun-tahun sebelumnya, saya mantap
memilih Deus Ex: Mankind Divided sebagai satu-satunya game futuristik
yang paling ingin saya coba di tahun 2016.
Harapan
untuk kembali menyaksikan Adam Jensen dalam aksinya mengalahkan teroris
berteknologi cybernetics membuat saya dan tim Tech in
Asia Indonesia tak ragu untuk memasukkan Deus Ex: Mankind
Divided ke dalam daftar ini. Apalagi sekarang ditambah dengan semakin
banyaknya kemampuan canggih yang dimiliki Jensen untuk menghadapi musuh, mulai
dari tameng berknologi nano yang menyelimuti tubuhnya, pisau tersembunyi yang
bisa dilempar ke arah lawan, serta paku taser listrik yang
sangat berguna untuk melumpuhkan musuh tanpa membuatnya kehilangan nyawa.
Bagian
menariknya lagi, di game ini kita juga akan disuguhkan cerita
tentang bagaimana organisasi rahasia Illuminati memegang peranan penting di
balik evolusi manusiacybernetics. Saya harap dengan kehadiran
cerita ini, Eidos Montreal memberikan kita semua jembatan cerita yang cukup
solid untuk menghubungkan saga petualangan Adam Jensen dengan dua seri game
Deus Ex klasik sebelumnya.
Ø Bravely Second: End Layer
Developer: Silicon
Studio, Square Enix | Penerbit: Square Enix, Nintendo
Platform: 3DS
Tanggal
Rilis: 23
April 2015 (Jepang), 26 Februari 2016 (Eropa), 2016 (Amerika)
Mohammad
Fahmi – Bravely
Second: End Layer adalah sekuel langsung dari JRPG bergaya
klasik, Bravely Default, yang dirilis eksklusif untuk 3DS. Meskipun
tidak diperankan oleh empat karakter utama game sebelumnya,
kamu masih tetap akan bertemu dengan karakter-karakter dari game pertamanya,
dan bahkan bermain sebagai sebagian dari mereka dalam beberapa segmen di game.
Secara gameplay,
Bravely Second tidak mengenalkan banyak hal baru dibandingkan Bravely
Default. Game ini tetap mengusung gameplay turn-based RPG yang
kental dengan sistem Job. Saya hanya berharap jangan sampai Bravely
Second memiliki segmen super duper repetitif seperti yang terjadi
di Bravely Default (yang sudah memainkan Bravely
Default pasti paham maksud saya).
Ø Ikenie to Yuki no Setsuna
Developer: Tokyo RPG
Factory | Penerbit: Square Enix
Platform: PS4, PS Vita
Tanggal
Rilis: 18
Februari 2016 (Jepang)
Kevin
Sutanto – Square
Enix nampaknya tengah mengembalikan nuansa JRPG klasik lewatIkenie to Yuki
no Setsuna. RPG garapan Tokyo RPG Factory ini menghadirkan berbagai elemen
RPG klasik mulai dari gameplay turn-based yang
diinspirasi Chrono Trigger, cerita yang kelihatannya menyentuh, dan
tampilan visual yang unik.
Game ini akan
berputar pada tema kesedihan, jadi bagi kamu yang ingin sebuah game yang
tidak melulu berisi perjuangan mengalahkan kekuatan jahat, maka Ikenie
to Yuki no Setsunabisa jadi pilihanmu. Tapi yang paling penting adalah
kalau kamu ingin menikmati JRPG yang kembali ke akarnya, kamu tentunya harus
mengincar Ikenie to Yuki no Setsuna.
Ø Overwatch
Developer: Blizzard
Entertainment | Penerbit: Activision Blizzard
Platform: PS4, Xbox
One, PC
Tanggal
Rilis: Sebelum
pertengahan 2016
Risky
Maulana –
Saya adalah salah satu dari mereka yang berkesempatan mencoba periode beta
dari Overwatch di bulan November kemarin, dan bisa dibilang
saya cukup puas dan menanti kemunculan game alternatif
pengganti Team Fortress 2 ini di tahun 2016.
Alasan
kenapa saya merasa perlu memasukkan Overwatch ke dalam
daftar game paling dinanti di tahun ini sebenarnya cukup
simpel, Overwatch merupakan sebuah game multiplayer
shooter yang sangat seru, taktis, dan menuntut penguasaan hero yang
sama kompleksnya dengan permainan MOBA. Aksi baku tembak dalam Overwatch sendiri
membuat saya sedikit bernostalgia dengan betapa serunya permainan shooter bergayaarcade seperti Quake
III Arena, Team Fortress 2, dan game klasik lainnya.
Bagian
terbaiknya lagi, setiap detail tampilan dari game ini membawa
ciri khas produksi Blizzard Entertainment yang sangat berkualitas. Jadi, jangan
heran bila beberapa tahun ke depan kamu akan melihat banyak sekali cosplayer yang
mengadopsi karakter game Overwatch ke dalam referensi kostum
yang mereka kenakan.
Ø Pokémon GO
Developer: Niantic
Labs | Penerbit: The Pokémon Company (Nintendo)
Platform: Android,
iOS
Tanggal
Rilis: 2016
Risky
Maulana – Saya
pikir tidak susah mencari alasan untuk memasukkan Pokémon GOsebagai
salah satu game mobile yang kemunculannya paling dinantikan di
tahun 2016. Bagaimana tidak? Akhirnya lewat game mobile berteknologi
AR tersebut kita semua bisa mewujudkan impian menjadi seorang Pokémon Trainer
seperti yang selama ini kita temukan di setiap serial game Pokémon.
Selain
harapan menjumpai gameplay menangkap monster yang sangat
interaktif, hal lainnya yang membuat saya begitu menantikan Pokémon
GO adalah keinginan saya untuk menciptakan sebuah guild berdasarkan
tujuan visi misi yang sama dengan saya. Saya bahkan sempat berpikiran ,”hei,
jika semua orang ingin menjadi Pokémon Trainer yang baik, kenapa kita tidak
menciptakan guild yang jahat seperti Team Rocket? Pasti seru!”
Saya
harap dengan kemunculan game ini di tahun 2016, keinginan saya
untuk bermain role-play dan membuat Team Rocket versi saya
sendiri bisa terpenuhi. Dan jika kamu mau, mungkin saya juga membuka
lowongan guild khusus untuk menampung obsesi rekan sesama
Pokémon Trainer jahat Indonesia. Lalu mari kita bersama-sama menguasai negara.
Ø Final Fantasy XV
Developer: Square
Enix | Penerbit: Square Enix
Platform: PS4, Xbox One
Tanggal
Rilis: 2016
Kevin
Sutanto – Setelah
menanti sepuluh tahun, akhirnya game terbaru dari seri RPG
ternama milik Square Enix ini segera rilis! Hajime Tabata selaku pengarah gamemenyampaikan
lewat pesan selamat
tahun baru bahwa Final Fantasy XV akan dirilis
pada tahun 2016. Apakah game ini wajib untuk ditunggu? Meski
kamu bukan penggemar Final Fantasy sekalipun, saya rasa game ini
memang harus kamu incar mengingat butuh sepuluh tahun untuk merampungkannya.
Final
Fantasy XV sebelumnya
dikenal sebagai Final Fantasy Versus XIII dan awalnya
direncanakan dirilis untuk PS3 sebagai salah satu game dari
seri Fabula Nova Crystallis. Setelah mengalami kendala di bagian
pengembangan, game ini sempat menghilang untuk waktu yang lama
dan pada akhirnya Square Enix kembali menunjukkan game ini
dengan nama Final Fantasy XV. Demo dari Final Fantasy XV yang
bertajuk Episode Duscae sudah bisa diunduh pada tahun 2015
lalu di PS4 dan juga Xbox One.
Final
Fantasy XV menghadirkan gameplay
open-world action-RPG yang jauh berbeda dibanding iterasi Final
Fantasy sebelumnya. Berdasarkan apa
yang disajikan dalam Episode Duscae, Final
Fantasy XV akan lebih terasa menjadi sebuah action-RPG layaknya
Kingdom Hearts namun dengan gerakan yang terasa lebih berat. Tampilan visual
dari demo juga terlihat cukup memukau walau dirasa masih membutuhkan optimisasi
di mana-mana. Kita lihat saja apakah Final Fantasy arahan
Hajime Tabata ini bisa tetap memuaskan para penggemarnya.















0 komentar:
Posting Komentar